Powered By Blogger

Sabtu, 21 Januari 2012

Jatuh Cinta Lagi (True Story)


            Cinta, hal yang masih sulit untuk aku mengerti. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang ingin ditimbulkan oleh cinta. Tak cukupkah cinta yang selama ini melukai ku? Tak cukup pula kah cinta selama ini menjadikanku sosok rapuh yang selalu menangis?
            Cinta yang selama ini membuai ku dalam dekapan hangatnya. Cinta yang selama ini mengikatku dengan tali emasnya. Cinta yang datang dan pergi semaunya. Tak terpikirkah olehnya tentang apa yang kurasakan?
            Terlintas dalam pikiranku, tak ingin merasakannya lagi. Tak ingin bertemu lagi.  Sudah kututup seluruh pintu dan jendela hatiku, tapi tetap tak bisa. Ia masuk dari sela-sela hatiku yang kecil, perlahan, dan akhirnya menguasai dan mengisi penuh hatiku – kembali.
            Kini, bisa apa aku? Aku hanya bisa menjalaninya, dan berharap inilah cinta terakhirku.... Semoga saja....

***

            Aku menatap lurus kearahnya. Aku mengenalnya – bukan dalam artian memang mengenalnya, tapi aku tahu kalau dia adalah salah satu seniorku di kampus.
            Matanya. Sejak tadi yang menjadi pusat perhatianku adalah matanya. Seperti ada tarikan medan magnet yang kuat, yang menarik perhatianku untuk selalu menatap mata itu dari kejauhan. Hal konyol memang, curi-curi pandang terhadap senior yang kebetulan mengikuti kegiatan yang sama denganku. Tapi mau bagaimana lagi? Mungkin kebiasaanku yang bisa terpesona dalam pandangan pertama, saat itu sedang kambuh.
            Semoga saja ini pertanda jodoh, aku menjadi salah satu teman sekelompoknya, dan dia duduk tepat disamping ku. Waah, tidak tentu rudu sudah bunyi debar jantungku. Rasanya seharian itu adalah hari tersenyum bagiku.
            Ternyata rasa penasaranku tidak sampai disitu saja. Saat sampai dirumah, aku langsung mencari akun facebooknya – aku memang sudah lama tahu namanya, karena suatu saat yang lalu, dia pernah mengomentari tulisan dindingku di dinding temannya, dan kami pun sempat berbincang sedikit dalam komentar itu.
            Yak! Apa yang ku cari dapat sudah. Nomor handphone nya! Firasatku mengatakan, aku harus mengiriminya sms terlebih dahulu, agar dia tahu aku. Sempat ragu memang, tapi setelah mendapatkan semangat dari abangku – teman sekelasku sebenarnya, tapi sudah kuanggap sebagai abangku – akhirnya aku pun memberanikan diri untuk mengiriminya sms.
            Ternyata mendapat sambutan yang baik. Alhamdulillah ya, sesuatu sekali! ^^
            Tanpa aku rencanakan sebelumnya, ternyata perkenalan ini akan terus memasuki suatu hubungan yang kembali memposisikanku dalam keadaan yang dulu aku rasakan, yaitu cinta....

***

            Hidup ini memang penuh dengan persimpangan jalan yang mengharuskan untuk memilih. Itu lah yang sedang dihadapinya. Memilih untuk tetap berjalan dijalan hidupnya yang lama, atau beralih menuju jalan baru, yang mungkin aku bisa saja menunggunya di jalan baru itu.
            Aku pasrah. Apapun pilihannya, aku harus menerimanya. Walaupun jujur didalam hati ini aku ingin menjadi orang yang mengisi hatinya, karena saat ini hatiku pun telah terisi oleh dirinya.
            Bisa dibilang rasa ini terlalu cepat. Terlalu kilat, dan terlalu awal menyimpulkan bahwa rasa ini adalah cinta.  Tapi aku cemburu saat dia tak ada kabar dan sedang bersama kekasihnya. Aku sedih saat ia tak sengaja mengira diriku sebagai pacarnya dan bukan sebagai aku. Aku menangis saat ia mengatakan menganggapku sebagai adik yang disayanginya, melebihi dari adik tingkatnya yang lain. Adik?! Tak sadarkah ucapannya itu melukai ku?! Sebenarnya tak ingin aku terjebak dalam posisi menyebalkan ini! Bersembunyi dibalik dinding tinggi yang bernama kekaguman. Aku ingin dia tahu, bahwa aku menyayanginya. Aku tak tahu seperti apa wujud sayangku ini padanya, yang aku tahu, aku sedih bila harus kehilangannya. Ku rasa hal itu sudah menjadi bukti yang kuat kalau ia sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupku....

***

            Jatuh cinta lagi, lagi lagi ku jatuh cinta... Aku jatuh cinta, kepada seorang pria...
            Saking kacaunya pikiranku ini karena cinta yang kini melandaku, lirik lagu J-rock jadi ku ubah-ubah. Untung saja personil band tersebut tidak mendengarnya, jadi mereka tidak melakukan penuntutan padaku karena dengan beraninya merubah lirik lagu mereka semauku dan menyanyikannya pula didalam kamar mandi! Parah, parah..
            Aku seperti terserang sindrom yang menyebabkan bunga-bunga seperti berterbangan disekeliling kepalaku, akibatnya aku terus tersenyum dan bahagia. Bagaimana tidak?! Pergi dan pulang kampus bersama dia yang saat ini sedang dalam proses pengisian penuh dalam hatiku. Waktu-waktu bersamanya yang selalu saja terasa singkat. Keberadaannya yang semakin hari semakin spesial untukku. Waktunya yang hampir sering dihabiskan bersamaku.
            Bahagia? Tentu saja. Rasanya saat ini sangat membahagiakan. Semoga bahagia ini takkan berakhir cepat. Aku hanya berharap, cinta yang kualami ini akan membahagiakanku hingga akhir, dan tidak akan pergi lagi.. Jangan pergi....

***

            Kamu, kalian semua yang membaca cerita yang saat ini sedang ku alami ini, pasti bertanya-tanya, “Bagaimana akhir cerita cinta mu ini, Iin?”
            Kalau kalian ingin aku berkata jujur, “Aku tidak tahu.”
            Aku tak tahu kapan cerita ini berakhir, bagaimana ujung dari cerita ini. Apakah bahagia, atau sebaliknya? Akankah cinta itu membahagiakan ku hingga akhir, atau justru cinta itu lagi-lagi menyakitiku dan menjadikanku makhluk yang rapuh karena tersakiti oleh cinta?
            Kalau aku mau, bisa saja aku mengarang sendiri akhir dari kisahku ini sekarang juga. Toh cerita ini ku tuangkan dalam sebuah cerita pendek yang sedang kalian baca ini. Jadi tidak masalah bukan, bila aku mengarangnya?  Semua kendali cerita pendek ini dalam tanganku yang sedang menari indah di atas keyboard ini.
            Tapi apalah arti happy ending dalam sebuah tulisan dibandingkan kenyataannya? Aku tak ingin terlalu berangan dengan menulis kisah ku ini berakhir bahagia dalam tulisannya. Aku takut bila anganku itu terlalu tinggi dan aku akan sangat kecewa bila kenyataannya nanti tak seindah dalam cerita yang akhirnya ku karang.
            Jadi ku putuskan saja saat ini, akan ku akhiri cerita pendek ini sampai disini. Maaf bila ceritaku ini menggantung dalam ketidak jelasan. Bukan karena cerita ku ini yang tidak jelas, namun karena aku belum memiliki akhir dari cerita ini.
            Tapi aku janji, saat aku mendapatkan akhir cerita ku ini, entah akhir yang bahagia atau tidak, aku akan membagikannya kembali dalam sebuah tulisan yang akan ku buat untuk menyelesaikan cerita pendek ini.
            Kini, aku akan berharap, berdoa dan terus berusaha, untuk mewujudkan cinta itu hadir kembali dan utuh dalam hatiku. Semoga tidak hanya angan, dan bukan sekedar khayalanku belaka.
            Dari tulisan ini aku ingin dia tahu, bahwa aku menyayanginya, lebih dari yang aku pikirkan sebelumnya. Aku berharap ia tidak pergi, jangan pergi untuk selamanya....
SELESAI

1 komentar:

  1. Brasserie: The Most Complete Stainless Steel and Iron Pendant Design
    Brasserie: columbia titanium boots The mens titanium rings Most Complete Stainless Steel and Iron Pendant Design Design Design Toolkit. Brasserie: toaks titanium The Most Complete Stainless Steel and Iron Pendant Design titanium chords Toolkit. Brasserie: The Most Complete Stainless Steel and Iron titanium nail Pendant

    BalasHapus