Powered By Blogger

Sabtu, 21 Januari 2012

Jatuh Cinta Lagi :: Ending (True Story)


            Dari judulnya saja, kalian pasti tahu kalau kisah ini kubuat untuk menuliskan akhir dari kisahku yang aku ceritakan pada cerita pendek sebelumnya kan? Ya, memang benar. Di cerita pendek ku yang sebelumnya, aku menuliskan tentang kisahku bersama dengan seniorku di kampus, yang semakin hari semakin dekat dengannya.
            Rasanya memang aneh, dari hanya perkenalan singkat dalam suatu kegiatan, lalu lanjut pada SMSan, akhirnya bisa seperti ini.. ^^
            Terima kasih untuk happy ending yang kamu berikan..

***

            Dalam hidup ini, selalu ada jalan yang mengharuskan kita untuk memilih. Aku, memilih untuk bergerak maju. Setahun belakangan ini aku diam ditempat, dan berharap masa lalu ku akan menjemputku kembali. Tapi apa yang ku dapat? Dia pergi dengan masa depannya. Saat aku menoleh kebelakang, akhirnya aku sadar, kalau dia tidak akan kembali lagi. Masa lalu, sudahlah menjadi masa lalu. Mereka akan menjadi tulisan cerita dalam buku lama kita, tidak akan mengisi buku baru lagi.
            Cukup berat untuk melangkah kedepan. Mengingat waktu setahun yang ku habiskan sia-sia itu. Kini, aku berjalan ke depan. Sebenarnya motivasi yang mendorongku maju hanya ada satu, bahagia. Hanya satu sata itu yang membuatku bangkit. Aku ingin bahagia, dan aku harus mencari bahagiaku. Dan akhirnya aku berjalan maju. Mencoba menelusuri jalan yang ada didepanku dan mencari dengan perlahan masa depan ku yang membahagiakan itu.
            Saat aku berjalan, aku melihatnya. Ternyata ia sedang berjalan disampingku. Awalnya aku ingin menggandeng tangannya dan mengajaknya berjalan bersamaku, tapi aku tidak bisa.. Dia sudah ada yang memiliki.
            Aku harus menahan rasa ini. Tapi berapa lama sih kita dapat bersembunyi dibalik kepura-puraan?? Huh! Lebih baik aku jujur saja.. Aku harus menerima apapun kenyataan dan pilihannya nanti.

***

            Kita tidak bisa memilih akan seperti apa kisah kita. Karena kita hanya bisa meneruskan cerita yang sudah Dia buatkan untuk kita. Aku memilih untuk mencintainya, walaupun ku tahu mungkin dilihat dari suatu sisi menjadi aku adalah salah, tapi apakah salah kalau aku mencintainya? Apa aku yang salah kalau kami baru dipertemukan sekarang?
            Kadang kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Apa yang kita anggap benar tak selamanya benar, begitu pula dengan salah. Yang selama ini salah bisa jadi adalah yang benar. Maka dari itu Dia menyuruh kita untuk memilih sendiri jalan hidup kita. Karena hanya kita yang dapat menentukan benar dan salahnya yang terbaik untuk kita. Bahagia kita ada di tangan kita sendiri.

***

            Dia memilih jalannya sendiri. Awalnya aku agak sedikit bersalah, tapi dia telah memilih. Aku akan buktikan padanya kalau apa yang dia pilih tidak lah salah. Aku harus membuatnya bahagia. Harus!
            Ya seperti di ceritaku yang awal, aku menulis cerita seperti itu, dan dia membacanya. Pada hari tiu, dia bertanya padaku, apakah senior yang ku maksud adalah dirinya?
            Aku gugup setengah mati! Apa yang dia tanya tidak langsung aku jawab. Aku berputar-putar mencari jawaban sebelum akhirnya aku mengaku kalau senior yang kusuka itu adalah dirinya.
            Debaran jantungku makin menjadi saat ia memegang tanganku. Oh, Tuhan. Aku benar-benar sayang dia. Sepanjang perjalanan pulang menuju rumahku, dia terus memegang tanganku, dan bertanya padaku. Aku gugup. Apalagi dia melihat wajahku dari kaca spion, aku hanya bisa tertunduk malu.
            Dia bertanya apa yang kuinginkan untuk akhir ceritaku? Aku ingin akhir yang bahagia, ujarku. Ia kembali bertanya, kalau aku ingin akhir yang bahagia berarti hanya ada satu kemungkinan, dan ia pun bertanya..
            “Iin mau jadi pacar abang?”
            Oh Tuhan! Jelas saja aku mau.. ^^
            Terima kasih atas akhir cerita yang membahagiakan ini.. Semoga akhir bahagia ini akan terus kita bawa hingga akhir zaman nanti...
©271211

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar